Tips & Trik “Menendang” Kata Bangkrut Usai Liburan

Posted on

Kalau sedang traveling, biasanya pasti kita sulit mengatur keadaan finansial, sebab berpikir bahwa inilah saatnya tuk bersenang-senang dan membebaskan semua beban di kepala dan tubuh. Rasanya gampang banget untuk ngeluarin uang buat hal-hal yang sebenarnya tak perlu dilakukan. Salah satu sumber masalah terbesar ialah godaan saat ada iming-iming diskon! Kita akan langsung beranggapan barang-barang yang ditawarkan takkan bisa didapat di tempat asal. Sering betul buat para traveler tersebut menggila didalam hal berbelanja. Kemudian ketika sampai pulang di rumah baru nyesel kalau barang yang dibeli kurang berguna… Lalu gimana donk? Maka dari itu kita akan segera memberi ulasan tips & trik “menendang” kata bangkrut usai liburan tapi hal ini harus diterapkan ya 🙂

  1. Buat daftar barang yang mau dibeli. Sebelum berwisata ke suatu tempat, cari tahu dulu seputar barang-barang unik maupun suvenir yang diperkirakan bisa didapatkan di tempat tujuan. Lebih baik lagi bila kamu bisa tahu prediksi harganya dan dimana bisa membelinya secara harga murah. Bila ingin beli oleh-oleh untuk teman atau keluarga, buat jua daftar berapa orang yang mau diberi. Dengan begitu, kamu bisa menulis catatan barang apa aja yang mau dibeli dan berapa biaya yang musti disiapkan saat hendak pergi dan kembali lagi ke rumah.
  2. Prioritas. Prioritaskan beli barang yang terdapat didalam catatan. Jika ada waktu maupun dana tersisa, baru manfaatkan tuk membeli barang yang lain. Kerapkali traveler tergoda beli barang-barang sebab lagi diskon, atau jadi korban penjual agresif yang memberikan dagangan pada turis dengan sedikit memaksa, namun akhirnya nyesel karena membeli barang yang sebenarnya tak perlu dibeli saat sudah sadar. Pada saat berbelanja, tak ada salahnya menawar harga tuk mendapat harga terbaik hehe.
  3. Beli Makanan sebagai Oleh-oleh. Oleh-oleh sering jadi hal yang wjaib ada saat kita traveling. Bila kamu punya banyak kawan dan keluarga tuk diberi oleh-oleh, ada baiknya hindari memberikan mereka barang satu-satu. Belilah oleh-oleh terdiri dari makanan khas daerah yang kamu kunjungi, dan pilih kondisinya bisa tahan lama. Biasanya harga makanan sedikit murah dibanding suvenir berupa barang, juga kamu bisa beli dalam jumlah tidak sedikit. Jika mau kasih oleh-oleh berupa barang, kasihlah hanya kepada orang tertentu misalnya orang tua, anak maupun pasangan.
  4. Bawa Sedikit Kartu Kredit. Kartu kredit menjadikan kita merasa seolah memiliki dana unlimited; cukup gesek, semua barang dibeli. Untuk terhindar dari masalah, bawalah sedikit kartu kredit dan pilih opsi transaksi tunai ataupun debit. Solusi ini bakal membantumu belanja dengan “sadar” dan selalu berpegang kepada prioritas. Apabila memungkinkan, bawalah tidak lebih dari satu kartu kredit hanya tuk berjaga-jaga.
  5. Teliti Memilih Obyek Wisata. Coba lihat lagi rencana tur kamu. Apakah lebih banyak obyek yang mendorongmu selalu belanja? Persedikit kedatangan ke tempat-tempat meriah seperti pusat toko-toko, pusat kota maupun mall. Alih-alih, pilih obyek wisata semacam wisata alam, bonbin, dan yang semacamnya. Kamu bakal “terselamatkan” dari banyak godaan buat berbelanja.
  6. Tetapkan Waktu Khusus. Tetapkan sekian jam dalam sehari tuk berbelanja dan menemukan oleh-oleh, dan patuhilah agenda tersebut. Datangi lokasi dimana kamu bisa mendapatkan berbagai barang dengan tarif bersaing, semacam pusat oleh-oleh maupun pasar. Jangan belanja di luar jadwal yang sudah ditetapkan, dan hindari beli suvenir di lokasi obyek wisata terkenal sebab biasanya harga yang dijual lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.